Benteng Van der Wijck

 Benteng Van der Wijck Kebumen,Benteng Peninggalan Belanda Yang Berbentuk Segi Delapan Atau Oktagonal



Benteng Van der Wijck merupakan bagian dari benteng stelsel Belanda dikawasan Bagelen Tengah, nama aslinya adalah Fort Cochius.Benteng Van der Wijck ini memiliki bentuk yang unik yaitu segi delapan atau oktagonal.

Benteng Van der Wijck terletak di Desa Sidayu Kec.Gombong Kab.Kebumen Jawa Tengah.Benteng ini dibangun pada tahun 1818 oleh Frans David Cochius.



Tempat ini menyimpan banyak sekali sejarah-sejarah pada zaman penjajahan Belanda.Jadi ketika berkunjung ke sini kita tidak hanya berwisata saja tetapi bisa belajar tentang sejarah Belanda.

Harga tiket masuk benteng ini juga sangatlah terjangkau, Anda hanya perlu membayar sebesar Rp 25.000 saja per orangnya dan sudah free mengelilingi bangunan benteng menggunakan kereta kencana dan juga wahana water park.



Selain wahana water park dan kereta kencana, disini juga terdapat wahana yang lain seperti wahana kincir angin, taman bermain untuk anak-anak,dan yang paling menarik adalah kereta mini yang terdapat pada benteng ini, karena letaknya yang berada di atas benteng.Dan membuat para pengunjung penasaran dengan wahana yang satu ini.

Bagi pengunjung yang dari luar kota, jangan khawatir karena di benteng ini juga tersedia hotel atau tempat penginapan yang bisa Anda gunakan untuk menginap selama berkunjung ke wisata ini.Tersedia juga kampoeng kuliner dan tempat penjualan oleh-oleh yang bisa Anda kunjungi selama di benteng yang unik ini.

Sayangnya, sekarang benteng ini sepi pengunjung sejak adanya covid -19 pada tahun 2020 lalu, bahkan tidak hanya sepi pengunjung tetapi wahana-wahananya juga banyak yang sudah terbengkalai,rusak dan berkarat.Meskipun sepi pengunjung tetapi area Benteng Van der Wijck ini tetap bersih dan terawat lho, karena memang ada petugas kebersihan yang membersihkan dan merawat benteng ini.

SEKILAS TENTANG BENTENG VAN DER WIJCK 

Paska kekalahan Diponegoro, Benteng stelsel di Sidayu dibangun menjadi benteng permanen dari batu bata merah dengan bentuk oktagonal (segi delapan).Dalam publikasi koran Nieuwe Surinaamsche Courant 02 Juni 1841, Fort Cochius yang semula hanyalah benteng stelsel, mulai dibangun secara permanen pada tahun 1839 kemudian mengalami sejumlah perbaikan pada tahun 1841-1844.Bentuk oktagonal benteng tanpa bastion memperlihatkan karakteristik benteng yang beralih fungsi dari benteng pertahanan menjadi pusat pendidikan Pupillen School atau sekolah kadet Belanda (Hindarto T ,2019).

Selama pendudukan Jepang (1942-1945), Fort Van der Wijck digunakan sebagai tempat pelatihan bagi tentara PETA (Pembela Tanah Air - Pembela Tanah Air). Sejak 1984,di kompleks benteng digunakan oleh tentara indonesia yang ditempatkan di Secata A - Sekolah Calon Tamtama (sekolah taruna) dan pada 28 Desember 2000 berubah menjadi taman hiburan yang dikenal sebagai Taman Ria,Benteng Van der Wijck dengan taman bermain anak-anak.

*diambil dari papan informasi Benteng Van der Wijck

https://youtu.be/xQssO-GAvqM




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRAUMA (cerpen)